Loading...

North Sumatera Hydro Energy


PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) adalah Independent Power Producer (IPP) di Indonesia, yang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di sepanjang Sungai Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. PT NSHE beroperasi di bawah skema Build, Operate, Transfer (BOT) di mana proyek akan diserahkan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam waktu 30 tahun.

Bermula dengan adanya pertumbuhan permintaan listrik Indonesia yang diperkirakan mencapai 7,1% per tahun dimana Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang pertumbuhan permintaan listriknya paling cepat, mencapai 10,6% per tahun dan hingga kini Sumatera masih mengalami defisit pasokan daya listrik. Untuk mengatasi defisit suplai listrik ini, sejak 2017 perusahaan milik negara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menyewa pembangkit listrik berbasis bahan bakar untuk menambah pasokan listrik, terutama untuk memenuhi permintaan jam sibuk.

Pemerintah Indonesia menunjuk NSHE untuk membantu memenuhi permintaan energi Sumatera Utara, dengan membangun pembangkit listrik tenaga air sistem run-off-river yang efisien, hemat biaya, baik untuk kepentingan Sumatera Utara maupun nasional secara keseluruhan.


VISI MISI

  • Visi kami adalah menjadi pembangkit listrik tenaga air sungai terbesar yang bersumber dari energi terbarukan dengan fokus untuk mendukung pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial.
  • Misi kami adalah untuk menyediakan pasokan listrik yang berkelanjutan bagi 400.000 rumah tangga di Sumatera Utara, dan bagian dari Rencana Strategis Nasional Pemerintah Indonesia untuk menghasilkan 35.000 megawatt (MW) pada tahun 2028.


Apa Yang Kami Lakukan

NSHE sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA run off river) berkapasitas 510 MW (4x127.5 MW). Proyek yang terletak di sepanjang 13 km di Sungai Batang Toru (jarak dihitung mulai dari kolam tandon harian hingga powerhouse), Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini berada dalam wilayah Area Penggunaan Lain (APL yang dikategorikan oleh Pemerintah Indonesia untuk tujuan komersial.

Proyek PLTA Batang Toru ini menggunakan sistem “run-of-river” yang berbeda dengan PLTA bendungan/reservoir besar, dimana PLTA Batang Toru membutuhkan penyimpanan air atau area kolam tandon harian yang relatif kecil. PLTA Batang Toru merupakan proyek irit lahan dengan bangunan permanen proyek seluas 122 hektar, termasuk 66 hektar (0,7 km2) kolam tandon harian.

Dengan Kolam tandon harian seluas 66 Ha PLTA Batang Toru mampu menghasilkan 510 MW, bandingkan dengan PLTA non run-off-hydro yang membutuhkan dam reservoir yang luas sehingga memiliki jejak kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Setelah menyelesaikan studi kelayakan dan penilaian dampak lingkungan, PLTA Batang Toru memulai tahap pra-konstruksi pada pertengahan 2016, setelah Power Purchasing Agreement (Perjanjian Jual Beli Daya- PPA) dengan PLN pada 21 Desember 2015, di mana proyek diharapkan dapat berkontribusi sebesar 15% dari beban puncak Sumatera Utara. Hingga saat ini, sekitar 90% dari pembukaan lokasi dan pengembangan akses telah selesai dan pekerjaan telah dimulai pada terowongan pengalihan. Rekayasa pengembangan terakhir di kolam tandon harian dan powerhouse sedang berlangsung.


Mengapa Kami Melakukannya

Melalui pengembangan HEPP run-of-river ini, NSHE mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan yang tersedia dan dinilai layak di untuk tujuan pembangunan nasional.

Batang Toru HEPP adalah bagian dari Program Strategis Nasional Pemerintah Indonesia untuk menghasilkan 35.000 MW pada tahun 2028, dengan target lain termasuk:

  • Mengurangi emisi karbon sebagai langkah konkret untuk mengimplementasikan Kontribusi Ditentukan Nasional (NDC) pemerintah untuk Perjanjian Iklim Paris (sebagaimana dinyatakan dalam UU No. 16/2016). Proyek ini akan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 1,6 juta metrik ton setara karbon (MTCE) per tahun atau 4% dari target sektor energi nasional.
  • Berkontribusi dalam mencapai target pemerintah untuk penggunaan energi terbarukan 23% pada tahun 2025. Pada 2010, energi terbarukan, termasuk tenaga air, telah berkontribusi kurang dari 5% dari total pembangkit energi Indonesia.
  • Mengganti penggunaan tenaga diesel selama beban puncak di Sumatera Utara dan menghemat sekitar USD 400 juta per tahun melalui penghindaran biaya bahan bakar.
  • Menyediakan pasokan listrik untuk 400.000 rumah tangga yang masih kekurangan listrik saat ini

Selain itu, PLTA Batang Toru juga akan memprioritaskan perlindungan lingkungan dan pembangunan sosial dengan:

  • Meningkatkan kualitas dan daya dukung lingkungan sekitar. Keputusan untuk menggunakan sistem run-of-river memerlukan peran aktif PLTA Batang Toru dalam menjaga kualitas daerah tangkapan air.
  • Menerapkan zero tolerance policy dengan tidak memberikan akses bagi pihak tanpa otoritas untuk masuk ke area proyek NSHE dan terhadap upaya perburuan, penangkapan ikan, mengganggu atau membahayakan kelangsungan flora dan fauna, oleh karyawan atau kontraktor di dalam area proyek. Inisiatif lingkungan juga mencakup program untuk pemantauan satwa liar dan penanganan keluar masuk orang, pendirian pusat penelitian dan Pusat Informasi Konservasi Ekosistem Batang Toru.
  • Program khusus yang dirancang untuk memulihkan dan meningkatkan habitat Orangutan Tapanuli, termasuk pengembangan koridor yang aman untuk menghubungkan habitat yang terfragmentasi, penanaman pohon untuk meningkatkan daya dukung habitat yang sedang dipulihkan, penerapan habitat offset program yang menghasilkan peningkatan habitat bagi Orangutan Tapanuli dan fauna terkait, dukungan untuk program pendidikan masyarakat untuk mengurangi konflik dengan orangutan dan primata lainnya; survei dan pemantauan primata dilakukan secara berkala selama masa operasional proyek dengan membangun 'Rumah Pongo Tapanuli' di daerah Batu Satail.
  • Melaksanakan program pengelolaan sumber daya perikanan untuk menjaga produktivitas dan keanekaragaman perikanan serta untuk meningkatkan manfaat sumber daya perikanan bagi masyarakat lokal
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui, penyediaan 1.800 pekerjaan sementara selama periode konstruksi dan pekerjaan permanen selama fase operasional proyek dikombinasikan dengan program aktif pengembangan kapasitas yang berkaitan dengan ketrampilan perdagangan.

Bagaimana kita melakukannya

NSHE telah mematuhi dan memenuhi semua hukum dan peraturan nasional yang berlaku termasuk menerapkan kewajiban berdasarkan hukum internasional serta kewajiban hukum lainnya dengan investor dan pemegang saham. NSHE juga berusaha untuk mematuhi semangat dan maksud dari Standar Kinerja Lingkungan dan Sosial Bank Dunia / Korporasi Keuangan Internasional (IFC).

Selain Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang disyaratkan, NSHE secara sukarela mengikuti dan mengimplementasikan serangkaian kebijakan terkait Kesehatan, Keselamatan, Sosial dan Lingkungan (HSSE), Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan dan Sosial (ESHIA) untuk memenuhi kegiatan operasional proyek yang tanggung jawab secara sosial, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,